Wisatawan Antusias Ikuti Workshop Tari Tradisional di Desa Wisata Cikolelet

29 Jul 2025 Admin 83 dilihat
Wisatawan Antusias Ikuti Workshop Tari Tradisional di Desa Wisata Cikolelet

Tari Walijamaliha adalah salah satu tari tradisional khas Banten yang sarat makna religius dan filosofi hidup. Tarian ini berasal dari daerah Lebak, Banten Selatan, dan berkembang di kalangan masyarakat yang memadukan budaya lokal dengan nilai-nilai Islam. Nama “Walijamaliha” sendiri diyakini berasal dari kata-kata Arab: wali, jamal, dan ilahiyah, yang jika diartikan bebas menggambarkan seorang kekasih Tuhan yang memancarkan keindahan dan keluhuran spiritual.

Tari ini ditarikan secara berkelompok oleh para perempuan dengan gerakan yang lembut, anggun, dan penuh kehati-hatian. Gerakannya tidak eksplosif, tetapi justru menyiratkan keheningan batin, kesabaran, dan kerendahan hati. Penari biasanya mengenakan busana panjang berwarna putih atau lembut dengan kerudung, mencerminkan kesucian dan keteduhan jiwa. Musik pengiringnya pun bersifat tenang dan mendayu, sering kali menggunakan rebana dan lantunan syair bernada puji-pujian atau zikir.

Tari Walijamaliha tidak sekadar pertunjukan estetika, melainkan menjadi bagian dari ekspresi keagamaan dan bentuk dakwah yang halus. Ia biasa ditampilkan dalam acara keagamaan, peringatan hari besar Islam, pengajian budaya, hingga sambutan tamu kehormatan di wilayah Lebak dan sekitarnya. Di balik setiap gerakan, terdapat ajakan untuk mengingat Tuhan, menghargai sesama, dan menjaga nilai-nilai kesederhanaan hidup.

Tarian ini menjadi bukti bahwa di Banten, seni dan spiritualitas berjalan beriringan. Walau disampaikan dalam bentuk tari, maknanya sangat dalam dan menyentuh kalbu. Tari Walijamaliha adalah cermin kelembutan perempuan Banten yang menari bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk dirasakan maknanya.